______________________________________________________________________

Jumat, Juli 10, 2009

Membangun relasi bisnis (bag.1)


Disadari atau tidak, kalau kita blogwalking ke sesama blogger. Sebenarnya secara langsung ataupun tidak langsung kita telah menciptakan jaringan atau relasi bisnis yang sangat menguntungkan. Terlebih jika saat blogwalking sambil meninggalkan koment, tentunya akan memperearat lagi hubungan antara yang dikunjungi dan yang mengunjungi.

Begitu juga dalam bisnis konvensional yang memang sehari-hari adalah pekerjaan saya dalam divisi marketing proyek. Tentunya membina hubungan sesama mitra kerja juga harus dilakukan.

Jujur saya kemukakan, jika kebetulan produk saya menang dalam suatu proyek. Itu bukan hanya karena kualitas dan pelayanan atau pengetahuan produk, tetapi juga karena hubungan personal antara saya dengan Project Manager di Contractor M/E tersebut. Jadi dalam hal ini saya menang langkah, tidak sulit untuk membangun relasi bisnis lebih lanjut karena sudah kenal.

Dalam membina relasi bisnis, pengalaman kerja juga ikut mempengaruhi. Semakin lama waktu bekerja, maka relasi bisnisnya semakin banyak pula. Mungkin wajar ada beberapa relasi yang kenal secara personal karena hingga sekarang pengalaman saya di proyek sudah 9 tahun. Maklumlah sejak pertama kuliah S-1 tahun 2000, saya sudah beranikan diri bekerja di divisi proyek ini.

Jaringan atau relasi sangat besar peranannya dalam dunia bisnis. Tanpa ada relasi tidak mungkin ada hubungan bisnis. Bahkan bisnis lahir karena ada relasi antara penjual dan pembeli.

Dalam ajaran Muslim diajarkan untuk memelihara hubungan silaturahmi, yang maksudnya adalah agar kita sesama manusia untuk lebih saling mengenal. Untuk membina relasi khususnya jika kita terapkan dalam dunia bisnis.

Hal itu dianjurkan oleh Allah SWT dalam QS : An-Nisa : 1 yang artinya, “….peliharalah hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

Langkah awal dalam membangun relasi adalah menumbuhkan keberanian untuk memperkenalkan diri. Tanpa diawali keberanian untuk memperkenalkan diri, maka tidak mungkin relasi kita bertambah.

Oleh karena itulah di artikel (bag.2) nanti, akan saya bahas bagaimana kiat-kiat untuk membangun relasi bisnis. Tapi kalau rekan-rekan sudah mau menuliskan kiat-kiatnya terlebih dahulu, silahkan dalam komentar. Dengan senang hati akan saya jadikan masukan. ***


Baca Lanjutannya...

Selasa, Juni 30, 2009

Pentingnya pengetahuan product knowledge


Belakangan ini kesibukanku di kerja offline terasa lebih padat dibanding hari-hari biasanya. Seperti yang sudah pernah saya singgung dalam posting terdahulu, bahwa pekerjaan saya di kantor juga handle terhadap divisi proyek sebagai salah satu agen di Indonesia Kabel Tahan Api / FRC Nexans dari Perancis.

Maklumlah karena sedang mengajukan penawaran kabel FRC kami agar bisa masuk di proyek pembangunan apartemen di daerah Kalibata Jakarta Selatan. Tidak mudah memang untuk bisa masuk karena pesaing juga banyak baik yang import ataupun produk lokal.

Memang produk kami secara brand dan specifikasi teknik sudah memenuhi criteria oleh Consultant M/E (Mechanical & Electrical) ataupun oleh tim owner yang merupakan salah satu pengembang terkenal di Indonesia. Namun yang jadi masalah adalah produk FRC kami harganya relatif lebih mahal dibanding pesaing. Berat kan?

Namun demikian saya harus berprinsip “harga mahal bukan berarti kalah sebelum bertanding.” Maka itulah lobi terhadap Tim Owner, Consultan M/E dan Contractor M/E selaku pembeli saya intensifkan.

Keluar masuk proyek untuk presentasi produk (product knowledge) sudah beberapa kali. Setelah beberapa klarifikasi akhirnya untuk skup kabel data dan fire alarm system akhirnya produk FRC kami goal. Purchase Order (PO) resmi sudah saya terima dengan syarat pengiriman dan system pembayaran tentunya yang sudah disetujui bersama. Ternyata tidak sia-sialah perjuanganku untuk menge-goalkan proyek tersebut kali ini.

Lalu yang jadi pertanyaan adalah apa ada hikmahnya dari kejadian ini? Dan apa manfaatnya jika diterapkan dalam bisnis internet?

Dari kisah saya di atas, ada beberapa point yang menurut saya sangat bermanfaat. Diantaranya adalah bahwa harga paling mahal bukan berarti penghalang bagi pelanggan. Sepanjang kita bisa meyakinkan kualitas produk kita dan tentunya pemahaman product knowledge jangan sampai terlupakan. Karena ini adalah point yang sangat vital.

Adapun pentingnya kita memahami pengetahuan product knowledge adalah sebagai berikut:

1.Menambah kemampuan berkomunikasi
Kemampuan berkomunikasi dapat bertambah ketika kita memiliki pengetahuan yang banyak mengenai produk tersebut. Dikatakan kemampuan komunikasinya bertambah karena dengan adanya pengetahuan yang tinggi tentang produk yang dipasarkan, kita akan tahu bagaimana menghadapi konsumen dengan karakter yang berbeda-beda dan dapat menawarkan produk dan jasa mereka dengan cara berbicara yang lebih baik. Komunikasi yang baik akan membuat konsumen merasa puas dan lebih tertarik terhadap produk dan jasa yang kita pasarkan.

2.Menambah rasa percaya diri saat presentasi
Dengan adanya pengetahuan tentang produk, maka kita akan merasa lebih percaya diri karena mereka dengan yakin akan tahu bagaimana cara menjelaskan produk kepada calon konsumen.

3.Membantu menanggulangi kesulitan yang dihadapi konsumen
Terkadang konsumen menemukan kesulitan ketika mereka berusaha untuk mengerti produk atau jasa yang ditawarkan. Di saat inilah peran kita sangat penting untuk menjelaskan jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapi oleh konsumen.

Dan saya pikir manfaat pengetahuan product knowledge tidak hanya berguna dalam bisnis offline. Dalam bisnis internet pun sangat berguna terutama bagi pemilik produk online ataupun reseller. Mungkin rekan-rekan punya pendapat lain? ***


Baca Lanjutannya...

Minggu, Juni 21, 2009

Stop Dreaming Start Action


Stop Dreaming Start Action, itu memang sebuah jargon yang sederhana. Namun jika kita mau menerapkannya dengan sungguh-sungguh. Ternyata begitu dahsyat arti dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari, terutama jika kita sedang terpuruk dan jatuh agar segera bisa bangun.

Mengenai keterpurukan kehidupan ini, mungkin sebuah contoh dari Boaz Salossa bisa kita jadikan inspirator dan bahan renungan. Bagaimana saat dia jatuh terpuruk dan bagaimana sikapnya untuk segera mengakhiri mimpi buruknya, cidera parah yang akan menghancurkan kariernya.

Tidak ada yang menyangka dan juga tidak ada yang mengira sama sekali. Kalau Boaz Salossa, seorang pesepak bola dari tanah Papua akhirnya akan bangkit lagi. Bahkan saat ini telah menjadi pemain sepak bola terbaik di Indonesia disamping menjadi Top Scorer di Liga Super Indonesia 2008/2009.

Masih teringat dengan jelas dalam memori benak kita. Bagaimana saat pemain kelahiran Sorong ini 16 Maret 1986 pernah tergolek tak berdaya. Bahkan ada yang mengatakan kariernya bakal berakhir ketika ditebas Koon Pong Luk pada menit ke-70 ketika Timnas Indonesia beruji coba dengan Hong Kong di Stadion Gelora Bung Karno 1 Juni 2007 silam.

Boaz mengalami patah tulang fibula atau tulang betis dan menjalani operasi, satu hari setelah peristiwa pada sore yang cerah itu, yang membuat hatinya remuk. Boaz kemudian hanya jadi penonton ketika tim nasional tampil di Piala Asia 2007. Waktu itu, Ivan Venkov Kolev, pelatih tim nasional sangat bersedih. Boaz, anak kesayangannya tergolek tak berdaya.

Tapi mengapa sekarang Boaz telah bangkit kembali dan bahkan telah menjadi pemain terbaik di Indonesia? Stop Dreaming Start Action, itulah yang telah dilakukan oleh Boaz Salossa.

Kalau Boaz telah melakukannya. Kalau Boaz telah membuktikannya BISA BERHASIL dalam kariernya sebagai pemain sepak bola. Mengapa kita tidak menjadikannya sebagai inspirator sukses dalam kehidupan kita khususnya dalam bisnis internet ini?

Karena keterpurukan yang pernah dialami oleh Boaz, dalam hal lain juga tidak mustahil dialami oleh kita sebagai pebisnis internet ini. Kita menyadari dalam bisnis tidak bisa langsung sukses. Bahkan saat kerja keras kita belum membuahkan hasil, kita malah sudah jatuh terpuruk seakan tidak bisa bangun lagi dan patah arang untuk melanjutkanya. Sepertinya kita hanya bisa bermimpi tanpa ujung.

Sebenarnya kita boleh saja bermimpi, tetapi harus menjaga dengan cara yang benar. Yang paling penting adalah ketika bangun, bagaimana harus memanfaatkan keterjagaannya untuk segera ACTION.

Karena cara untuk menjadi di depan adalah dimulai dari sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui. Dan anda tidak akan mengetahui masa depan jika anda menunggu-nunggu.

Makanya saat Mas Joko posting dalam salah satu artikelnya, saya sangat terilhami dan sungguh merenungi akan apa yang telah beliau tulis. Bahwa saat rintangan itu datang, di sanalah komitmen dan keteguhan anda diuji. Memilih untuk STOP dan NO ACTION, atau memilih melanjutkan perjuangan untuk mewujudkan cita-cita anda.

Karena sebenarnya kegagalan dan keterpurukan itu bisa datang pada siapa saja. Bukan hanya pada Boaz sebagai pemain bola. Kepada pebisnispun kalau tidak segera ACTION, maka hanya akan menuai mimpi yang tak berujung. Maka itu segeralah bangun, Stop Dreaming Start Action.

Sejujurnya posting ini saya buat untuk sekaligus ingin menjawab undangan dan ingin ikut berpartisipasi saat Mas Joko Susilo menggelar kontes SEO berhadiah 25 juta rupiah. Dan sekarang kontes SEO itu sudah resmi dibuka. Bagi yang merasa tertantang, silahkan untuk mengakses pendaftarannya disini. Tapi ingat, bukan kalah atau memang dalam suatu game. Namun yang lebih penting menurutku adalah the game is fair play.***




Baca Lanjutannya...

Rabu, Juni 17, 2009

Over-promise tidak mengontrol harapan pelanggan



Coba rekan-rekan bayangkan. Jika anda akan service kendaraan dan pelayan bengkel janji selesai dalam waktu 2 jam. Namun kenyataannya baru selesai sekitar 3 jam. Lalu apa penilaian anda terhadap bengkel tersebut?

Dalam dunia bisnis baik offline ataupun online, bisa dikatakan bahwa pelayan bengkel tersebut telah Over Promise. Yaitu sikap dengan janji yang berlebihan tanpa memperhitungkan factor-faktor penghalangnya baik yang disebabkan masalah teknik ataupun force majeur.

Sudah menjadi rahasia umum kecenderungan pengelola bisnis dan staf-stafnya dibisnis online ataupun bisnis offline adalah membuat pelanggan sebaik mungkin agar menjadi puas.

Namun pada kenyataannya demi memenuhi hal tersebut malah ada yang over promise. Sehingga dampaknya pelanggan bukan terpuaskan, malah menjadi kecewa. Dan ujung-ujungnya pelanggan jadi kapok untuk mengorder atau memakai jasa pelayannya lagi.

Dari contoh kejadian pada pelayan bengkel di atas, menunjukan bahwa pelayan bengkel tersebut tidak bisa mengontrol harapan pelanggan. Janji 2 jam, ternyata 3 jam. Coba kalau dia bisa mengontrol harapan pelanggan, pasti dia akan bilang selesai sekitar 3 jam atau lebih. Sehingga pelanggan tidak berprasangka jelek lalu menjadi puas dan akan mengatakan bahwa bengkel tersebut tepat waktu.

Sebab pada dasarnya akan mudah memuaskan pelanggan, bilamana harapan pelanggan dapat dikontrol dan direndahkan. Dengan tidak over promise atau dengan harapan yang rendah, maka kepuasan pelanggan akan mudah dicapai.

Kejadian yang berhubungan dengan sikap over promise yang dampaknya mengecewakan pelanggan, memang biasanya terjadi dalam bisnis offline. Namun menurut sepengetahuanku kalau dalam bisnis online, hal tersebut peluangnya sangat kecil terjadi. Karena produknya yang berupa ebook atau barang digital, asal pelanggan sudah transfer bayar dan sudah diaktivasi, pasti seketika itu juga kita bisa download produknya lewat koneksi internet.

Bisa saya katakan, itulah kelebihan bisnis internet dibanding bisnis konvensional. Tidak ada masalah dengan over promise, waktu dan biaya pengiriman. Yang penting tinggal bagaimana pengelola produk konsentrasi penuh meningkatkan kualitas produknya agar bisa berguna sepanjang masa. Bukan merupakan produk online musiman yang tidak bisa bertahan lama dalam segmen pasar bisnis internet. ***
Baca Lanjutannya...

Rabu, Juni 10, 2009

Kiprah kolektor dalam bisnis internet


Rekan-rekan netter yang berbahagia, bagi anda yang tinggal di Jakarta atau yang tidak tapi akan pergi ke kota itu. Cobalah sempatkan diri untuk mampir ke Jalan Surabaya suatu daerah yang terletak di bilangan Cikini Jakarta Pusat. Maka kita akan menemukan deretan toko-toko yang khusus menjual berbagai koleksi barang-barang antik yang begitu menawan.

Di situlah saya harapkan akan muncul inspirasi peluang bisnis. Sebab toko konvensional yang menjual koleksi barang antik tersebut, transaksinya begitu cerah bukan hanya oleh pembeli lokal. Bahkan banyak turis asing yang melakukan transaksi. Lantas bagaimana ya jika dijalankan lewat toko online? Apakah juga akan dahsyat omsetnya?

Menjadi kolektor memang hobi yang begitu menyenangkan. Bahkan jika jeli, tak jarang di balik hobi yang digeluti tersebut ternyata tersembunyi peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Memang untuk terjun dalam bisnis toko online yang menjual barang-barang koleksi tentunya kita harus mempunyai hobi koleksi tertentu. Sebab tanpa mempunyai hobi koleksi atau sebagai kolektor, maka tidak mungkin mempunyai persediaan barang untuk dijual. Dan jika tanpa memiliki hobi tersebut maka bisa dijamin dalam perburuan untuk mendapatkan barang yang kita cari pasti akan banyak hambatan. Jadi intinya, harus memiliki hobi sebagai kolektor kalau ingin mempunyai toko online yang menjual barang-barang koleksi.

Sekedar contoh Mas Agung G Jatnika, kenapa bisa launching toko onlinenya www.permata-online.com ?

Karena memang salah satu kesukaannya dan hobinya adalah mengoleksi gemstones alias batu permata atau batu mulia. Dan koleksinya sangat lengkap seperti batu sapphire, ruby, chrysoberyl, alexandrite, sphene titanite, aquamarine, peridot, opal kalimaya, emerald jamrud dan lain-lain dengan berbagai phenomena seperti cat’s eye, color change, play of colour dan star (bintang).

Dan saya bisa membayangkan bagaimana suka dan duka perjuangannya untuk mendapatkan berbagai batu permata koleksinya itu. Salut buat Mas Agung, you are also my inspirator.

Sedangkan dari contoh lain coba kita kunjungi toko online www.cosplay1.com. Kita akan menemukan sosok yang bernama mas Ajie Nugroho yang bisnisnya juga membuka toko online dari hobinya yang suka memburu barang koleksi berupa barang mainan (toys).
Walaupun saya tidak tahu omzet perbulannya, namun saya pikir toko onlinenya cukup inspirator juga. Apalagi websitenya dalam bahasa Inggris. Tentunya sudah jelas segmen pasarnya disamping orang-orang lokal adalah orang-orang asing juga .

Dari 2 orang inspirator di atas, bisa diambil hikmahnya. Bahwa ternyata peluang di bisnis internet begitu luas. Dan sangat beraneka ragam tinggal kita mau terjun di sektor bisnis internet yang mana dan memilih segmen pasar yang bagaimana.

Memang pada akhirnya pilihannya ada dalam genggaman tangan kita. Mau action sekarang atau tidak! ***



Baca Lanjutannya...

Rabu, Juni 03, 2009

Menuju Konsisten antara Mengetahui dan Kemauan


Goethe seorang filsuf terbesar Jerman dan bahkan merupakan salahsatu filsuf terbesar dalam sejarah filosofi peradaban Barat berkata, “Mengetahui saja tidaklah cukup, kita harus mengaplikasikannya. Kemauan sajalah juga tidak cukup, kita harus melakukannya.”

Apa yang telah Goethe ucapkan tersebut jika dihubungkan dengan semaraknya bisnis internet saat ini adalah sangat relevan. Terlebih bagi pribadi saya khususnya.

Saya salut pada rekan-rekan blogger yang senantiasa selalu bisa update posting secara teratur walaupun sebenarnya saya juga tidak tahu bagaimana kesibukan mereka sebenarnya di luar bisnis internet yang mereka geluti. Yang jelas mereka senantiasa selalu bisa membagi waktu antara dunia nyata (bisnis offline) dan dunia maya (bisnis internet).

Termasuk juga saya, disamping belajar menggeluti bisnis internet ini juga mempunyai kesibukan di dunia nyata yang sangat menyita perhatian. Tetapi masalahnya terkadang untuk update posting masih belum bisa teratur, inilah kesalahan yang harus dihindari.

Maunya sih teratur seperti apa yang sudah dilakukan oleh Mas Joko, Mas Zams, Mas Arief, Mas Irwan, Mas Fadly Muin, Mas Ricky , Mas Hengky dan lain-lainnya yang tidak cukup saya sebutkan satu persatu.

Mereka selalu konsisten dalam profesi mereka sebagai blogger khususnya. Tidak salah untuk dijadikan inspirator.

Bahkan Mas Joko dalam komentarnya di blog Lintang Fajar mengatakan tentang perkataannya Confucius mengenai pilihan profesi, “Choose a job you love and you will never have to work a day in your life.”

Yang saya artikan bebas adalah untuk senantiasa mencintai pekerjaan kita agar kita bisa menikmatinya dalam hidup ini.

Memang benar, sebab tanpa cinta pada apa yang kita lakukan jangan harap kita bisa sukses dalam bisnis apapun. Jangan harap kita bisa menikmatinya. Walaupun pada dasarnya kita mengetahui dan ada kemauan pada bisnis tersebut.

Seperti kata Goethe di atas tapi tidak cukup hanya mengetahui melainkan yang lebih penting adalah penerapan. Dan juga tidak cukup hanya kemauan saja tetapi perlu tindakan yang harus dilakukan.

Sebab profesi sebagai pebisnis tidak cukup hanya dicintai, mengetahui dan kemauan. Tetapi perlu tindakan nyata yaitu APLIKASI dan ACTION.

Semoga kita bisa belajar menuju konsisten!***
Baca Lanjutannya...

Minggu, Mei 24, 2009

Pemimpin seperti apa kita ini?


“Seperti apakah kalian? Seperti itulah kalian akan mendapatkan pemimpin.”

Itulah salah satu sabda dari Rasulullah yang saya dengar dari seorang Ustad saat sedang mengikuti pengajian hari sabtu ba’da sholat maghrib di sebuah masjid dekat rumahku.

Inti dari sabda tersebut adalah bahwa kalau perangai atau sifat kita masih seperti ini, maka kita juga akan mendapatkan pemimpin yang mempunyai sifat yang demikian juga. Karena bagaimanapun juga sifat dasar manusia adalah ingin mencari pemimpin yang satu komunitas. Sehingga ada yang mau menempuh berbagai jalan, agar orang yang dijagokannya bisa naik untuk menjadi pemimpin.

Dalam posting kali ini saya bukan ingin membahas siapa yang akan menjadi pemimpin kita nanti saat Pilpres tanggal 8 Juli nanti. Tetapi membahas diri kita sendiri, karena pada dasarnya setiap laki-laki adalah pemimpin.

Hal demikian telah dipertegas oleh Allah SWT dalam firmannya (QS : An-Nisa : 34) bahwa “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Oleh karena itu, Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita).”

Lalu ingin menjadi pemimpin yang seperti apa kita ini khususnya bagi keluarga kita ataupun organisasi / perusahaan tempat kita bekerja?

Sebenarnya banyak buku yang telah membahas masalah kepemimpinan. Tapi sepertinya lebih respek jika bersumber pada Al Quran dan Hadis. Karena saya sebagai orang muslim yang notabene juga punya staf atau pekerja di kantor. Maka alangkah baiknya dalam menerapkan jabatan ini mencoba belajar dari apa yang sudah diajarkan oleh Al Qur’an.

Adapun sifat-sifat kepemimpinan yang saya tahu yang sesuai dengan ajaran Al Qur’an adalah sebagai berikut :

1. Seoramg pemimpin harus memiliki sifat sabar

Banyak cobaan yang harus dihadapi dalam menghadapi roda perputaran bisnis. Baik masalah internal seperti menyelesaikan konflik antar karyawan atau kebijaksanaan-kebijaksanaan kantor yang tidak bisa langsung diterapkan ataupun masalah eksternal seperti persaingan bisnis dengan perusahaan lain.

Kuncinya adalah kita dibutuhkan kesabaran dalam menghadapi segala persoalan tersebut. Allah SWT telah berfirman dalam QS : Ali Imran : 200, “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu...”

2. Seorang pemimpin harus memiliki sifat adil

Adil adalah hal yang sangat sulit untuk diterapkan oleh pemimpin baik di rumah ataupun di kantor. Sebagai contoh misalnya, ada 2 staf saya yang satu sepupu, yang lainnya adalah orang lain yang tidak mempunyai hubungan saudara. Walaupun jabatan sama dan sama-sama berkualitas, tentunya dalam kasus tertentu (uang gaji/ tunjangan) tentunya tidak sama bukan?

Untuk kasus di rumah (berbahagialah anda-anda yang mempunyai isteri satu seperti saya ini… tentunya akan terhindar dari sifat tidak adil). Coba bayangkan kalau isterinya dua atau lebih, mana mungkin bisa adil?

Maka itu agar senantiasa adil, Allah berfirman dalam QS : Al-Hujurat : 9, “…Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berlaku adil.”

3.Seorang pemimpin jangan terlalu membanggakan diri

Hidup di dunia ini hanya sementara, buat apa sih kita terlalu membanggakan diri yang ujung-ujungnya adalah sombong. Apa yang kita punya pada dasarnya adalah titipannya. Jadi bukan pada tempatnya kalau kita terlalu membanggakan diri. Allah telah mengingatkan dalam firman QS : Al-Qashash : 76, “Janganlah kamu terlalu bangga, susungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan dirinya.”

Itulah 3 sifat yang harus dipunyai pemimpin yang saya ambil sesuai dengan ajaran Al Quran. Tentu saja masih banyak ifat-sifat pemimpin yang baik walaupun datangnya dari sumber lain. Sepanjang baik dan tidak bertentangan dengan ajaran agama, kenapa tidak diterapkan? ***






Baca Lanjutannya...

Kamis, Mei 14, 2009

Para pebisnis yang laksana pohon berbuah lebat


Salah satu ulama besar Abu Bakar Sibli berkata, “Hiduplah seperti pohon di tepi jalan yang berbuah lebat, walau dilempari orang dengan batu namun dibalasnya dengan buah-buah yang segar.”

Kalau kita analisa mengenai kata-kata yang penuh motivasi tersebut, apakah bisa dihubungkan dengan bisnis internet yang sedang kita geluti selama ini?

Sebagai pebisnis yang harus optimis dalam setiap memanfaatkan peluang. Dan meskipun saya agak susah untuk menghubungkannya tetapi saya akan menjawab bisa. Karena saya menemukan 2 kata kunci yaitu pohon dan buah yang ada kaitannya dengan bisnis internet. Tetapi kaitan ini adalah sangat relatif dan murni versi saya, bisa saja rekan-rekan netter punya pandangan yang lain. Yang mungkin malah lebih bermanfaat dan lebih berbobot.

Adapun hubungan antara pohon berbuah lebat dengan bisnis internet adalah sebagai berikut :

1. Pengelola atau pemilik produk online

Coba kita tanya pada diri sendiri, apakah ada segmen pasar untuk bisnis internet jika tidak ada pengelola yang notabene adalah juga yang menciptakan pasar? Disinilah hukum ekonomi akan tumbuh, ada permintaan maka ada penawaran. Pengelola bisa jalan karena adanya permintaan akan produknya. Maka akhirnya dengan sendirinya terjadilah hukum permintaan dan penawaran dalam bisnis internet ini.

Kalau saya hubungkan pengelola itu adalah pohonnya. Dia telah memberikan buah-buah yang segar dan manis pada orang yang membutuhkannya. Namun sayang dalam prakteknya ada saja yang membutuhkan buah itu malah berlaku kasar, bukan memetiknya secara halus tapi malah melemparinya dengan batu. Walaupun tidak semuanya.

Tidak percaya? Semula saya juga tidak yakin dan mempercayainya kok ada orang yang culas begini. Tetapi setelah saya membacanya sendiri di sebuah forum blogospere yang saya yakin rekan-rekan juga sudah membacanya, saya hanya bisa mengelus dada. Untunglah Mas Joko Susilo dalam hal ini sebagai pohon, walau telah dicerca oleh orang yang sirik hanya karena persaingan bisnis. Namun tetap tegar sambil memberikan buahnya yang sangat bermanfaat bagi kita semua demi semaraknya khasanah bisnis internet di negara kita ini.

Sunggguh kita bisa belajar darinya akan ketegarannya dalam menghadapi riak-riak gelombang bisnisnya. Mungkin tidak berlebihan jika saya memberikan penilaian dengan sebuah kata-kata, "Orang akan menjadi begitu luar biasa ketika mulai berfikir bahwa bisa melakukan sesuatu. Saat percaya pada diri sendiri, maka akhirnya akan memiliki rahasia kesuksesan yang pertama."

2. Reseller yang handal

Apa jadinya pemilik produk online tanpa reseller? Bisa tetap kokoh dalam bisnisnya tetapi rasanya ada yang kurang. Ibarat kata pohon jeruk yang lebat daunnya namun tidak berbuah, maka akhirnya bisa saja ditebang. Itulah reseller yang saya ibaratkan adalah buah-buah segar tersebut. Maka tidak lupa saya ucapkan salut pada reseller-reseller yang handal seperti Mas Arief, Mas Zams, Mas Ricky dan lain-lainnya. Jadilah buah-buah yang segar yang bermanfaat bagi para newbie khususnya.

Kalau ada yang nanya, "Penulisnya termasuk hubungan yang nomor berapa?" He..he.. sebelum ada yang berkomentar demikian saya akan menjawab, "Suatu saat semoga bisa ikut menjadi bagian dalam bisnis internet ini." ***







Baca Lanjutannya...

  © Copyright by CIPTA PELUANG BISNIS from Custom Theme by Ourblogtemplates.com April 5, 2009

Back to TOP